
Thanks brad/sist atas kunjungan nya,nikmati menu seadanya dlu yach,maklum lg belajar,hehe... |
Jika kau butuh satu cahaya lilin
Sebagai terang dalam gelapmu
Kan ku bawakan kau satu obor
Biar cahayamu tak lagi samar Tentangku Salah satu kebahagiaanku
Adalah ku yang tlah milikimu
Salah satu kesedihanku
Adalah yang tak jua mampu
bahagiakanmu
Salah satu keberanianku Adalah mencoba tuk tetap setia
menjagamu
Dan salah satu ketakutanku
Adalah jika ku harus kehilanganmu Katakan pada dunia Katakan pada dunia
Satu cerita tentang kita
Biar ia tahu dan mengerti
Dan tak lagi mencoba
Tuk memisahkan ikatan ini
Untuk saat ini Dan untuk selamanya Harummu mendekapku Saat ku menari bersama pelangi
itu |
Aku menatap tentang hampaku
Aku tersentak
Aku baru menyadari
Bahwa kau ada di sana Aku menghampirimu
Memnawa cinta dan kasihku
Membuyarkan hayal dalam
benakku Bungaku,
Harummu mendekapku Aku yang menantimu Aku terdiam dalam sepiku
Menantinya meski tak pasti
Ada harap di hatiku
Ada mimpi
Ada sebongkah asa kau kan
kembali Kutitipkan cinta ini bersamamu
Bawalah… Dekaplah… Hingga kau merasa ku merindu
Hingga kau tahu
Aku yang menantimu Biarkan jika mentari tlah lelah tuk
berpijar
Biarkan jika bunga itu tlah malas
tuk kembali mekar
Tapi ku kan tetap disini
Berdiri Sendiri… Menantimu hingga ku lelah sendiri Cinta itu Cinta itu seperti debu
Yang tersebar terbawa angina
Dan hinggap di setiap apapun yang
disentuhnya
Tak hanya putih,
Tapi juga di hitamnya Tak hanya di batu hitam,
Tapi juga di permatanya Cinta kan tetap hidup Cinta kan slalu ada
Meski kau coba tuk menepikannya
Karena cinta akan slalu hidup
Meski kau coba tuk
menguburkannya Kau kan tetap temukan cinta
Meski kau butakan kedua matamu
Bisukan bibirmu
Tulikan telingamu
Kelukan lidahmu
Atau matikan rasamu Karena cinta sejati terlahir dari
hati
Dan kau
Takkan pernah bisa penjarakan
hatimu Jauh di lubuk hatiku Ada rasa yang terbesit dari relung
jiwa
Tentang keinginanku
Tentang hayalku
Tentang puji-puji keagungan
dirimu Mungkin aku seperti gelap
Hanya mampu berkata tanpa
bersua
Hanya mampu ceria tanpa tawa
dan canda
Dan hanya mampu menangis tanpa air mata Rasa itu terus menggelayutiku
tanpa ampun.
Tanpa peduli aku menyukainya
Atau bahkan membencinya
Yang ia tahu hanya menggodaku
Dengan segala panorama kepalsuannya
Terus..
Terus… Hingga aku membenci diriku sendiri |